DRAMA KOREA (Tahun Film)

Kamis, 17 Mei 2012

Sinopsis Babyfaced Beauty Episode 9

Ponsel So Young terus berdering,J i Seung il kemudian pergi meninggalkan mereka. Kang Yoon Seo merasa hal yang dilakukan nya akan berakhir sia-sia mencoba meminta Ji Seung il tetap ikut dalam pesta mereka. Ji seung il mengatakan ingin sendiri, biarkan mereka menikmati pestanya. Yoon Seo kesal setengah mati.


Pria pengantar barang meminta So Young untuk menandatangani bukti penerimaan barang.
Karena Ji Seung il saat itu sudah pergi, Kang Yoon Seo merubah niatnya untuk membongkar indentitas So Young. Ia seolah tidak tahu apapun dengan menanyakan apakah Lee So Young kakakmu kerja dipabrik yang sedang mengadakan diskon?Lee So Young mengangguk cepat.
 
Kamu pesan kedia bukan dan berharap ini tidak apa-apa dengan harapan bahwa perusaahan kita akan membantu menyupplai untuk pabrik diperusahaan itu?kau kirim email pada kakakmu begitu?Apa itu bukan penipuan?Tanya Kang Yoon Seo.

Aku akan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas."Ujar Kang Yoon Seo lagi."Aku minta maaf telah membuat kesalahan."Ujar So Young.
Disini rupanya Kang Yoon Seo sama sekali masih salah paham atau memang sengaja belum menginginkan indentitas So Young terbongkar, makanya ia beralasan So Young adalah Kakak Lee So Jin yang sengaja mengirim bahan material/Bahan baku kain untuk nya kesini dengan maksud dan tujuan supaya Desain Milik So Young berhasil diterima untuk produksi.

Saat Itu So Young membawa botol minuman yang berat. Jin Wook sebagai malaikat pelindung segera membantu membawakannya, wanita tidak seharusnya mengangkat barang yang berat seperti ini. So Young masih saja memikirkan masalah tadi. Jin Wook menanyakan apakah masalah belly dance?Kita akan mulai dari awal. Tentunya Presiden kan menyukainya. Kau kan juga sedang bekerja keras untuk itu.
Tentu saja candaan Jin Wook yang lucu, membuat So Young kembali tersenyum.

Kemudian semuanya berkumpul didalam suatu kamar, semua berada disitu selain Ji Seung Il yang masih berjalan-jalan sendiri. Mereka mengadakan permainan dengan menggunakan alat tes uji kebohongan, diawali dengan Nora. Nora yang merasa tidak ada hal yang ditutupin segera memasukan tangannya.,Jang Mi Son kemudian mengucapkan...Apakah minggu lalu kau membeli tas dengan Merk Palsu? Nora menjawab tidak. Tiba-tiba alat tersebut berbunyi, itu artinya Nora berbohong.
 
Jang Ki Hong meminta So Young kemudian melakukannya, Kang Yoon Seo menatap tajam padanya, Jin Wook tersenyum mendengar So Young yang melakukannya. Nora pun kemudian menyanyakan So Young ...Hey,apakah benar umurmu 25 Tahun?So Young panik, Jin Wook langsung mengatakan, ayolah pertanyaan yang lain saja itu sangat membosankan. Nora jawab ayolah tunggu sebentar. Kang Yoon Seo tersenyum tipis. So Young tetap diam, kemudian alat pengetes kebohongan berbunyi dan sedikit memberi getaran setrum yang mengangetkan So Young.
 
Kau juga bohong?Tanya Nora. Apa mesin ini benar-benar akurat?Ucap So Young. Kang Yoon seo tersenyum mengejek. Jin Wook mengatakan ah yang benar saja kuis yang sangat membosankan jika bertanya umur, tanyakan hal lain saja. Seperti pertanyaan lain, seharusnya tanyakan cinta pertamamu atau ciuman pertama ini akan membuat seru bukan? Semua tertawa dengan perkataan Jin Wook. Jang Ki Hong yang tahu rahasia Jin Wook yang baru saja beberapa hari yang lalu berciuman, mengatakan Ok sebaiknya dimulai dari kau saja dulu?Jin Wook terdiam.
 
Jang Ki Hong segera memasangkan alat tersebut pada tangan Jin Wook..."Tunggu..tunggu...Ujar Jin Wook Bingung. Jang Ki Hong langsung menanyakan Minggu lalu kau berciuman bukan?Jin Wook kebingungan. Kang Yoon Seo mengatakan Wah,ini pertanyaan yang menarik. Kau cukup menjawab Ya atau tidak sambut Nora.
Jin Wook makin bingung.."O..tentu..tidak!",So Young sama paniknya, ia kemudian minum. Saat alat tersebut berbunyi yang mengartikan bohong, Jin Wook teriak tidak. Rupanya Jin Wook kesakitan, So Young pun saat itu tersedak minuman.

Ayo siapa yang berciuman denganmu itu?Apakah orangnya juga ada disini?Ledek Jang Ki Hong. Young Saw semangat bertanya apakah itu benar Kepala Jang?Siapa?Siapa?ucap Young saw+Jang Mi Son+Nora.
Jin Wook kemudian mengacuhkan perhatian..hey lihat itu...!ucapnya semua menoleh keatas, Jin Wook kemudian kabur dari tempat tersebut.
"Ah, kenapa dia pergi tiba-tiba, padahal ini sedang menarik ...!"Ujar Jang Ki Hong sedikit kesal. So Young hanya menunduk diam. Kang Yoon Seo tersenyum seraya memperhatikan kelakukan So Young.

Kemudian mereka kembali kekamar, Kang Yoon Seo satu kamar dengan So Young. Saat itu Kang Yoon Seo hendak menggunakan make up malam. So Young melipat sesuatu.
"Kenapa sekarang kau diam, apa kau malu padaku?kenapa kau terlihat tidak senang?ini mungkin terdengar aneh tapi dibandingkan dengan team lain, aku agak muda. Sehingga kadang-kadang aku menggunakan otoritasku. Sepertinya aku nyaman dengan mu So Jin, bukankah kau juga lebih muda dari mereka?Jadi kita harus menggunakan kata unnie dan dong saeng (Unnie=kakak ,Dongsaeng =adik).."Ujar Kang Yoon Seo
 
"Ah..."Jawab So Young
"Lee So Jin, kenapa kau kurang suka?apa kau ingin memanggilku unnie?"
So Young terlihat bingung.
"Ya..unnie.."So Young kemudian hendak keluar
"Kau mau kemana?apa tidak membersihkan muka dulu?"Tanya Kang Yoon Seo.
"Aku hanya ingin keluar mencari ketenangan sebentar jalan."Jawab So Young.
 

Saat So Young keluar kamar, ia duduk disebuah kursi, saat itu tiba-tiba ponsel So Young berbunyi dan itu dari Hyeon-i. Hyeon-i beralasan Jessica belum bisa tidur. Hyeon-i meminta bermain dengan So Young dengan mengajak So Young bernyanyi bersamanya sebelum tidur.

So Young kemudian bernyanyi merdu bersama Hyeon-i, saat So Young sedang asyik bernyanyi bersama Hyeon-i, Ji Seung il yang masih jalan-jalan keluar menghampiri So Young. So Young kemudian berhenti bernyanyi. Ji Seung Il memberi tanda untuk tetap melanjutkan nyanyinya dengan Hyeon-i. Setelah Hyeon-i tertidur pulas, Ji Seung Il kemudian duduk mendekat melihat Hyeon-i yang sudah tertidur pulas, karena ingin melihat lebih jelas makanya ia mendekatkan lebih dekat kepalanya.

Jin Wook yang terus saja menelpon So Young, saat So Young sedang ditelpon hyeon-i menjadi kesal, karena selalu saja ponselnya mengatakan panggilan sibuk. Ia mengeluh, ditelpon siapa?Jin Wook yang tepat berada didepan kamar So Young & kang Yoon seo. Saat itu tiba-tiba Kang Yoon Seo keluar dan mengatakan sedang apa?Jin Wook menjawab hanya mencari So Young. 
 
Kemudian Jin Wook hendak pergi. Kang Yoon Seo mengajak Jin Wook untuk jalan bersama keluar mencari angin, mereka berdua pun berjalan bersama. Jin Wook berkata, kemana malam begini dia pergi? Ternyata Nona So Jin punya pesona, sehingga banyak yang menyukainya ujar Kang Yoon Seo. Sedikit terlihat lemah jadi dia butuh pelindung bukan?Bukan ia bukan orang seperti itu jawab Jin Wook. Aku hanya khawatir ia diganggu yang lain, ia seperti adik bagiku.

"Hah,seperti adik bagimu?"Ujar Kang Yoon Seo."Oppa, apa kau percaya pada Lee So Jin?Apakah kau yakin betul mengenal dia?Kau barusan katakan kau sangat mengenal dia luar dalam. Aku hanya berpikir dia bukanlah seorang yang lemah seperti yang kau katakan."
Jin Wook terdiam mendengar hal itu. Mereka kemudian berjalan kembali.
 
Tak sengaja saat itu mereka berdua melihat keakraban So Young dan Ji seung il, tepatnya saat Ji Seung il mendekatkan kepalanya pada So Young saat ingin melihat lebih jelas wajah Hyeon-i yang tertidur pulas.
OO....Jin Wook cemburu, Kang Yoon Seo cemburu!!
Mereka berdua mengira So Young sedang berduaan dengan Ji Seung il!

"Rupanya kalian disini?"Ujar kang Yoon Seo. Kang Yoon Seo kemudian menceritakan permainan dengan menggunakan alat tes kebohongan, ia sengaja membuat Ji Seung il sedikit cemburu. sehingga mengatakan bahwa Jin Wook dan So Young telah berciuman beberapa waktu yang lalu. Jin Wook bingung untuk menjawabnya, ia hanya mengatakan tetapi itu tidak seperti yang kau maksudkan. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Nona Lee So Jin.
 
Jin Wook mengatakan bahwa ini hanya cinta salah satu saja.
"Oh, jadi benar kalian berciuman?"Ujar Kang Yoon Seo. Ji Seung il hanya diam."President,apakah kau tidak melihat bahwa keduanya sangat cocok?"
Ji Seung il dengan rasa cemburu hanya mengatakan,"Tapi mereka tidak sama sekali mengakui, jadi aku belum yakin betul."
Merasa tidak sepihak dengan apa yang dipikirkan Kang Yoon Seo, Kang Yoon Seo kemudian mengajak Ji Seung il untuk kembali kekamar masing-masing.
 
Ji Seung il menatap dengan rasa kesal (sst cemburu) pada So Young. So Young terus menunduk. Sehingga tidak mendengar ucapan Kang Yoon Seo yang mengajaknya kembali, sehingga Kang Yoon Seo menarik lengannya dan mengatakannya berulang.
"Tapi itu tidak seperti yang kalian katakan."Jawab So Young. Kang Yoon Seo segera menarik Ji Seung il dengan perasaan benci.

Saat keduanya pergi tinggallah So Young dan Jin Wook. Jin Wook berpikir "Kenapa muka Presiden tiba-tiba menjadi sedih?"
So Young hanya menunduk."Maaf aku telah melakukan kesalahan waktu itu. Aku sungguh minta maaf. Entah kenapa aku bingung apa yang kulakukan waktu itu."ujarnya pada So Young.

Ji Seung il yang bejalan pulang bersama Kang Yoon seo saat itu hanya berwajah sedih^^.

"Mereka berdua kelihatan lucu sekali ya.."Ujar Kang Yoon Seo."Setiap hari berdebat, lucu juga.. Mungkin sering bertengkar akan semakin menambah kedekatan. Mereka bisa bersama menjadi pasangan yang nyata."
Ji Seung il yang merasa terus dipanas-panasin menjawab.."Yoon Seo kenapa kau berbicara seperti anak kecil saja. Dari waktu itu kau mengatakan bahwa keduanya bersama-sama. Apa kau mengerti maksudku?Lee So Jin sendiri tidak suka mengatakan hal itu. Kau muncul dan mengatakannya didepan para staft, kau melihat mereka bersama-sama. Ayo kita pulang."Ujar Ji seung il. Mendengar hal itu Kang Yoon Seo terdiam. Ia merasa malu mengatakan itu, mata Kang Yoon seo sedikit berlinang air mata.."Baik, aku juga ingin kembali tidur."Jawabnya.

Kang Yoon Seo kemudian kembali kekamar.."Aku tidak akan membiarkanmu terlihat baik didepan mereka."ujarnya."Aku akan membuatmu menderita."
 

Ji Seung Il duduk dikursi dengan perasaan tak menentu.

So Young masih saja murung, Jin Wook yang merasa bersalah karena ciuman tersebut meminta So Young memukulnya untuk melampiaskan kemarahan So Young. So Young menjawab bukankah hal itu terlalu buruk. Jin Wook pun beralasan bahwa kenapa alat tersebut, seperti tidak benar-benar berfungsi, mengapa ia mengatakan kau bohong saat mereka menanyakan umurmu apakah 25 Tahun. Itu pasti salah.
 

Jin Wook menerima telpon dari Jang Ki Hong mengatakan ia harus keterminal menjemput salah satu team dari mereka karena mereka datang terlambat. Jin Wook awalnya menolak. Kenapa harus aku?Haya...kau bisa pergi cepatkan sebelum kereta api berhenti dan hujan turun!Seru Jang Ki Hong. Tapi aku tak punya mobil dan sertifikat membawanya sekarang?Alasan Jin Wook lagi. Tapi semuanya minum hanya kau sendiri yang tidak minum, jadi kau bisa pergi untuk menjemputnya ujar Jang Ki Hong.
Jin Wook menatap lama So Young, akhirnya dia berubah pikiran.."Baiklah."
 

Jin Wook kemudian pergi bersama So Young. Wah, kenapa lampunya pada tidak ditukar, jadi kurang terang, benarkan So Jin?Ujar Jin Wook. So Young masih saja diam."Ayolah jangan cemberut terus. Seperti punya masalah besar saja."
"Bukan begitu, kau tidak mengerti wanita. Kau kan pria dewasa, bisa pergi sendiri seharusnya. Kenapa kau harus mengajak ku untuk ikut?"
"Jika kau kutinggal sendirian, siapa yang tahu Hyeon-i akan menelpon mu lagi? Sehingga Presiden akan terus menempel padamu."
So Young melotot padanya.
 
"Ah yang benar saja, aku sekarang sedikit lelah.."Ujar Jin Wook tiba-tiba takut melihat muka So Young."Seharusnya kau bicara, kapan kau bisa diam, sehingga kau bisa mengemudi dengan aman."Ujar Jin Wook."Mengendara jika kau tertidur itu sangat berbahaya."
So Young sedikit aneh dengan kata-kata Jin Wook yang terus mencoba menghiburnya melupakan masalah. Jin Wook tersenyum sendiri melihat So Young ngomel dalam hati.
 
Tiba-tiba Hujan semakin deras. Jang Ki Hong menerima telpon dari seseorang yang mengabarkan bahwa seseorang yang minta dijemput baru saja diantar dengan mobil lain, sehingga Mobil Jin Wook sudah tidak diperlukan lagi.
Jin Wook menatap So Young yang terus saja diam, Kenapa kau masih diam dari tadi?Aku hanya bermaksud mengajakmu bukan berniat seperti ini. Tapi kau sendiri kan yang tadi mengatakan bahwa mengendara yang aman itu sangatlah penting jawab So Young.
 
Tiba-tiba mobil dalam masalah, Mobil nya tidak bisa menyala, sehingga tidak bisa pergi, Jin Wook dan So Young tertahan didalam Mobil karena Hujan sangat deras. Jin Wook sebelumnya sudah menelpon bantuan untuk minta diderek mobil mereka yang mogok. Karena menunggu sangatlah membosankan, Jin Wook mengajak So Young bermain kartu.

Ji Seung il menelpon Kang Yoon Seo .
"Ya ini aku, karena itu aku ingin memberi rencana untukmu dan Mengenai masalah isue salah satu staf dengan lainnya..
"Kemudian akan pergi besok pagi?Aku mengerti aku akan menyampaikannya pada semua staf,Oppa.."
"Sepertinya kau sendiri disitu saat menelpon ku sekarang?"
"Siapa?Nona Lee So Jin maksudmu?tak apa dia sudah pergi dari tadi."
"Pergi kemana? Sekarang hujan sangat deras. Dia belum kembali?"Ujar Ji Seung Il panik.
 
Kang Yoon seo mendengarnya merasa cemburu."Ia susah dihubungi ..,aku khawatir kau akan salah paham maksudku tapi mereka juga kan pergi berdua. Jadi aku kurasa tak apa. Sebenarnya dia juga bersama Oppa Jin Wook."
Mendengar hal itu lumayan terkejut Ji Seung il...(cemburu..^ cemburu^^).
"Oppa...kau boss yang baik, kau sangat menyayangi para staftmu."
"Itu karena mereka semua sangat dibutuhkan diperusahaan."
"Oppa Jin Wook atau Nona Lee So Jin?"
"Selamat malam, aku tutup telponnya."Ujar Ji Seung il.
 
Ji Seung il sepertinya khawatir dengan So Young karena terus mondar-mandir dikamarnya, ia berniat untuk menelpon So Young tetapi akhirnya hanya disms, kalian dimana, segera setelah menerima smsku hubungi aku kembali. Sementara ditempat lain Kang Yoon Seo mengatakan pada dirinya sendiri bahwa sebentar lagi mereka akan tahu siapa orang yang dibutuhkan diperusahaan ini.
 

Jin Wook dan So Young kemudian bermain kartu, saat itu So Young kalah, dengan sedikit candaan Jin Wook mengatakan So Young harus mengikuti peraturan permainan ini, sehingga So Young pun menutup matanya, karena Jin Wook akan menyentikan jari pada kepala So Young. Saat So Young menutup mata, Jin Wook malah terpaku menatap bibir So Young. Ia ingin mencium So Young.
 
Saat hendak melakukannya, So Young mengatakan Kenapa kau tidak jadi menggertakku? Jin Wook pun sadar, ia langsung merubah kartunya seakan-akan So Young lah yang menang. So Young sadar, Jin Wook hanya ingin membuat So Young menang. Dia pun meminta permainan diulang lagi. Saat So Young mengocok kartu, Jin Wook kemudian memejamkan matanya dan mengatakan isi hati nya.

"Waktu itu aku tak bisa mengatakan hal yang sebenarnya padamu, Jadi akan kukatakan sekarang. Aku menyukaimu. Aku minta maaf waktu itu untuk meminta hal tersebut kau lupakan. Menciummu waktu itu bukan karena aku sedang gila/bingung. Itu bukan karena orang lain atau seseorang itu (Kang Yoon Seo) tapi sebenarnya aku menyukaimu, Aku sungguh menyukaimu, makanya aku menciummu. Aku sungguh menyukaimu"

So Young terhenti mengocok kartunya, ia terkejut mendengar Jin Wook menyukainya.
 

Jin Wook membuka matanya, ia lega sekaligus grogi menatap wajah So Young, begitu juga So Young sama groginya. Untuk menghilangkan rasa groginya, Jin Wook keluar mobil seraya menggunakan payung.
 

Hujan sangat deras, Jin Wook terus diluar dengan perasaan lega telah mengeluarkan perasaan yang terdalam pada So Young. So Young sendiri didalam mobil juga begitu syok, ia memegang dadanya merasakan denyut jantungnya yang berdetak lebih keras.
 


Hujan telah reda dan hari pun sudah pagi, keduanya pun berjalan kaki. Tapi masing-masing terlihat sama kakunya. So Young menatap Jin Wook, Jin Wook menoleh kearah lain, kemudian Jin Wook menatap So Young ia pun menoleh kearah lain. Begitu seterusnya...^^
 



Menutupi rasa canggung, So Young meminta Jin Wook untuk berjalan kaki lebih dulu darinya ia beralasan nanti orang akan salah paham jika melihat mereka berdua disini, Jin Wook tidak mau ia malah meminta So Young berjalan lebih dahulu.

Ji Seung il yang sedang olahraga pagi?atau memang sengaja ingin menemui keduanya langsung menghampiri. 
"Kemarin aku mengirim mu sms, apa kau tidak menerima sms ku?"Tanya Ji Seung il pada So Young. So Young baru tahu hal itu, karena hujan ia tidak mendengar suara ponselnya berbunyi. So Young menjelaskan bahwa ia berdua pergi karena menjalankan tugas atas permintaan Jang Ki Hong, tapi karena hujan deras dan mobil mogok maka terpaksa ia menginap didalam mobil tersebut.
 
Tapi tak ada masalah kan?Tanya Ji Seung il. Tentu tak ada masalah jawab So Young. Jin Wook menatap tak suka pada Ji Seung il yang begitu mencemaskan So Young. Aku percaya kalian tidak ada masalah Ujar Ji seung il kemudian pergi lagi.
Kenapa dia begitu baik?Huh...Ujar Jin wook sambil menarik nafas panjang.


Semua bersiap untuk pulang, dimana Kepala team Leader?Tanya Jang Ki Hong. Itu ujar Jang Mi Son yang disertai hadirnya Kang Yoon Seo.
"Aku akan mengadakan meeting sebelumnya pada kalian.!"Seru kang Yoon seo."Untuk semua aktivitas yang telah kita lakukan selama perjalanan ini aku tak kan meminta laporan pada kalian untuk itu, tapi kalian harus membuat desain pakaian dengan tema sendiri." 
 

Mereka kemudian pulang bersama dengan Naik Bus. Jang Ki Hong yang duduk bersama So Young diminta Jin Wook untuk bertukar tempat. Jin Wook kemudian duduk disitu, So Young yang sudah tertidur tanpa sadar kepalanya sudah bersandar dibahu Jin Wook.
 


So Young terbangun, ia baru sadar bahwa kepalanya telah bersandar pada Bahu Jin Wook. Jin Wook yang merasa senang bisa dekat dan duduk berdua dengan So Young tersenyum sendiri. So Young tersenyum melihat tingkah Jin Wook yang duduk disampingnya. So Young kembali menidurkan dirinya dibahu Jin Wook.


Jang Ki Hong duduk bersebelahan dengan Nora. Ia heran kenapa Nora terus memegang perutnya. Apakah perutmu sakit?Apa karena kau makan sesuatu?Nora menjawab karena makan  babi troters sehingga perutnya sedikit merasa kurang enak.
Tentu saja Jang Ki Hong keceplosan mengatakan Kenapa kau bicara begitu, itu buatan ibu Jin Wook sendiri. Ups...Ujar Jang Ki Hong menutup mulutnya. Ommo...Apa Jin Wook artinya berasal dari keluarga pemilik restoran Pig's Trotter?Tanya Nora.
 
Tapi Ini rahasia, aku sendiri yang hanya diberi tahu oleh Jin Wook, tidak boleh memberi tahu siapapun apalagi khususnya Jin Wook ya!Ujar Jang Ki Hong.
"Waw, Pemilik keluarga Restoran Pig's Trotter?"Ujar Nora seraya memikirkan restoran yang terkenal itu."Untuk apa aku mengatakannya, jadi ia pemilik Restoran itu."
"Kau tidak tahu ya, ia memiliki Restoran yang sangat elite dan terkenal kau tahu kan Nama Restoran Wang Shi Pig Trotter?"Tanya Jang Ki Hong
"Ya.."
"Jin Wook lah pangeran pemilik restoran tempat itu."
"Omo...omo.."Ujar Nora terkejut. Nora baru tahu Jin Wook seorang anak pemilik restoran kaya, Nora terus menatap ke bangku Jin Wook dengan pemikiran yang baru (Hua...maksudnya ia akan mulai PDKT sama Jin Wook!).
 

Atasan Jin Wook kepala MD menemui Direktur Hyun, ia mengatakan bahwa sudah disetujui untuk desain tersebut mulai besok dan Presiden sudah menyetujuinya sendiri. Tapi ingat Kau harus memberi peringatan !Ujar Hyun. Tentu aku tidak melupakannya jawab Kepala MD.
 
 
Desain yang diproduksi oleh pabrik rupanya kurang menarik minta pembeli. Hal ini membuat kerugian dan hampir sama terjadi 10 Tahun yang lalu. Ji Seung il mengatakan ini tapi bukan semata- mata kesalahan team desainer. Hyun mengatakan kita harus melakukan pendekatan pasif untuk membuat ide baru. Apa kau punya ide yang baru?Tanya Direktur Baek. Benar, aku yang akan mulai memikirkan nya sendiri Jawab Hyun.
 

So Young terbaring ditempat tidur, Ia sakit flu hingga tidak masuk kerja. Tetapi sebagai seorang desainer tentu saja sesakit apapun So Young masih sempat mengerjakan desain rancangannya di kasur. Hyeon-i menelponnya dan menanyakan kabar So Young. So Young bilang hari ini ia tidak masuk kerja karena flu, jadi ia minta istirahat. Aku akan menelpon mu lagi setelah sembuh OK!, Ujar So Young menutup telpon.

Jin Wook masuk keruangan kerja desainer untuk melihat So Young tanpa sengaja ia menabrak Nora yang sedang membawa manekin rancangan desain pakaian. Nora tentu saja marah-marah. Tetapi setelah mengetahui bahwa yang menabraknya Jin Wook, sikap Nora berubah. Tak apa aku juga minta maaf ucap Nora dengan senyum yang manis.
"Apa kau bisa minum bersama nanti?"Ajak Nora. Jin Wook merasa aneh dengan Sikap Nora..tapi masih belum paham.."Oh Tentu!Ujar Jin Wook.
 
 
Apa itu artinya kencan?Tanya Nora sambil senyum-senyum berjalan pergi. Jin Wook hanya menggaruk kepalanya karena bingung.
Jin Wook mendekati meja kerja So Young, Kang Yoon Seo segera mendekatinya dan mengatakan Bahwa So Young tidak kerja hari ini ia sakit flu. Apa itu parah?Ujar Jin Wook khawatir. Kau bisa kerumahnya aku akan memberi tahu alamatnya, Tapi jangan katakan yang memberi tahu aku alamatnya ujar Kang Yoon Seo.
Terima kasih ujar Jin Wook Senang. Kang Yoon seo kembali keruangannya.
 

Jin Wook kemudian pergi kerumah So Young. Ditengah jalan ia bertemu dengan Tuan Sun Nam. Jin Wook menanyakan apakah ini benar alamat rumah No 627. Bukan ujar Sun Nam disini 628 dan 629. Jin Wook pun kembali jalan. Stop!Ujar Sun Nam. Kenapa kau mau kerumah 627?Kenapa?kenapa?Tanya Sun Nam. Aku pemilik tempat sewa ini, jadi aku harus tahu apa yang terjadi pada rumahku. Apa kau keluarganya?Tanya Jin Wook.
 
Tunggu sebentar!Ujar Jin Wook, ia baru ingat Sun Nam tempo hari pernah mendatangi perusahaan dan mencari Lee So Young ya?
Jin Wook mengingat-ingat waktu itu Sun Nam ke Perusahaan mencari Lee So Young, ia mengatakan bahwa So Young adalah team desainer disitu, semua Team Desainer mengatakan tidak ada yang bernama So Young. Sun Nam kemudian memberikan ciri-ciri So Young, memiliki wajah baby face dan mata yang bulat dan hal itu jelas.
 
"Benar,aku yang datang kesitu!"Ujar Sun Nam.
"Ahjussi apa kau kenal dengan Lee So Jin?"
"Dia di Blok A kau bisa menemuinya dengan alamat rumah 627"Ujar Sun Nam."Tapi apa kau suka dengan Lee So Jin, kudengar Lee So Jin banyak pacar,k au akan sakit hati jika mendekatinya. Semua teman pria nya sering kemari. Jadi kuharap kau semangat!"

Jin Wook sampai dirumah No.627, ia menekan bel pintu. So Young yang berada didalam mendengar suara Jin Wook memanggil namanya "Hey, Lee So Jin.."
So Young membuka pintu, ia kaget Jin Wook bisa mendapat alamat rumahnya. Jin Wook masuk terus hingga kedalam rumah, So Young mencoba mencegahnya. Kenapa kau tidak boleh aku masuk?aku kesini karna mendengar kau sakit Ujar Jin Wook.
Aku baik-baik saja Ujar So Young meminta Jin Wook pulang.
 


Jin Wook tanpa sengaja melihat fhoto keluarga So Young, Waw Ibu mu sangat cantik dan Ayahmu juga tampan. Ujar Jin Wook. So Young panik, ia segera mengambil fhoto tersebut dan menaruhnya kembali terus mendorong Jin Wook pergi. Jin Wook melihat Fhoto So Young bersama So Jin, waw,sepertinya aku pernah melihat dia.
"Kau harus pulang sekarang.."Ujar So Young."Pergi...pergi...,Jika ibu ku tahu kau ada disini kau tidak boleh menyebut namaku."
"Memangnya kenapa.."
"Terserahlah..kau harus cepat pergi."
 
Saat sudah didepan pintu, terdengar seseorang yang sedang membuka pintu. So Young segera menutup pintu tersebut kemudian membawa sepatu Jin Wookdan Jin Wook masuk kedalam kamar bersembunyi.
Rupanya ibu So Young/Jung Ok yang masuk, ia heran kenapa pintu dikunci dari dalam. Ibu kemudian masuk kedalam.
"Kenapa kau mengunci pintu dari dalam?"Tanya Jung Ok
"Tak ada orang disini.."Alasan So Young. So Young beralasan meminta dimasakan Sup Nasi pada ibunya dan mendorong ibunya pergi. Ibu merasa aneh So Young berlaku seperti itu.
 
So Young bersama ibunya didepan kamar, agar tidak curiga, So Young minum obat flu didepan ibunya kemudian mengatakan akan pergi tidur. Ibu pun segera pergi karena So Young mengatakan akan sehat sebentar lagi.
So Young kemudian memanggil Jin Wook yang bersembunyi dibalik pakaian yang digantung.
"Aneh sekali keluarga ini kenapa tidak memperbolehkan pria masuk kesini?"Ujar Jin Wook.

Rupanya masalah datang lagi, Sun Nam datang kerumah So Young dan terus memanggil-manggil nama Lee So Jin. So Young panik dan meminta Jin Wook untuk kembali bersembunyi. Sun Nam merasa aneh karena tidak seorang pun yang menjawab panggilannya.
"So Jin kudengar kau sakit.."Ujar Sun Nam masuk kedalam kamar, ia melihat selimut tebal dengan seorang didalamnya tapi ia tidak tahu siapa.
 

Keduanya pun bersembunyi dibalik selimut, karena takut diketahui mereka semakin mendekat..(Adegan romantis ^^ cihahhh), Sun Nam merasa aneh kenapa ada 4 kaki diatas kasur. Sun Nam mengira So Jin sedang tidur bersama kekasihnya, sehingga ia mengira ia menggangu. Sun Nam pun keluar kamar seraya tertawa dan merasa orang muda sekarang sudah semakin bebas!.
 
Jin Wook merasa kan perasaan aneh saat menatap So Young sama sekali dekat disampingnya. So Young grogi, ia langsung bangun dari tempat tidurnya.J in Wook terus menatap So Young.
Saat hendak pergi Sun Nam bertemu Jung Ok."Sun Nam kenapa kau kesini?"Tanya Jung Ok.
"Aku hanya mengecek sesuatu, aku permisi pergi."Ujar Sun Nam. Ibu hendak masuk kedalam kamar So Young. Sun Nam menahannya untuk tidak kesana, ibu merasa heran kenapa?Sun nam Beralasan ia akan pulang ke Toko Laundry sekarang.
 
Ibu merapikan kembali tata letak Fhoto keluarganya, Jin Wook dan So Young didalam kamar seraya mengintip ibu.
Sun Nam berjalan tersenyum-senyum memikirkan apa yang baru saja dilihatnya. Saat itu So Jin lewat, Sun Nam bilang aku tidak melihat apapun tadi dikamarmu. Sun Nam akhirnya sadar didalam kamar tadi adalah So Young, Sun Nam berlarian kembali kekamar So Young. So Jin merasa aneh dengan ucapan Sun Nam.
"So Young...So Young..."Teriak Sun Nam."Apa ada sesuatu hal ?"
"Tak ada masalah ."Ujar So Young,sementara Jin Wook bersembunyi.
"Tapi tadi aku melihat seorang pria ditempat tidurmu dibawah selimut.."Ujar Sun Nam.
 
"Apa...?"
"Benar aku melihat ada 4 kaki didalam tempat tidurmu ,ia menggunakan kaus kaki hitam."
"Aku baru saja tidur disitu sendiri."Alasan So Young
"Benarkah, aku khawatir terjadi sesuatu hal padamu.."Ujar Sun Nam curiga. Jin Wook yang bersembunyi didalam kamar mandi mencoba sembunyi-sembunyi keluar. Tanpa sengaja didepan ia bertemu dengan So Jin.
"Aku baru lihat Fhotomu yang terpampang disitu. Kapan-kapan aku akan mengenalkan diriku secara formal..kemudian..."Ujar Jin Wook senyum.
So Jin merasa aneh dengan Jin Wook, Apa ada sesuatu yang salah hari ini?pikirnya.
 

"Benar, tadi aku dirumah sendiri.."Ujar So Young pada Sun Nam.S o Jin masuk kerumah juga ibu. Mereka melihat sebuah bingkisan diatas meja, ibu mengira Sun Nam yang membawakannya,,Kenapa kau begitu repot-repot segala membawa ini. Ujar ibu. Sun Nam Bingung. Benar,Sun Nam yang membawa kannya Ujar So Young cepat. Sun Nam mengatakan tak apa. 
 

Malam hari nya, Jin Wook tidak bisa tidur memikirkan kejadian siang tadi bersama So Young. Ia teringat bersama So Young baring berdua saling dekat. Mengingat hal itu Jin Wook senyum-senyum sendiri.
 

So Young pun teringat saat keduanya bersama didalam mobil, saat Jin Wook mengutarakan perasaan sukanya. Hal itu membuat So Young senyum-senyum sendiri sambil makan buah bingkisan Jin Wook.
Teringat umur, serta kebohongan nya diperusahaan So Young menjadi sedih kembali.
 

Hyeon-i hendak menelpon So Young lagi. JI Seung il memanggilnya kenapa kau belum tidur?
Aku hanya ingin menelpon bibi kudengar ia sakit, ujar Hyeon-i.
Sakit?sakit apa?Tanya Ji Seung il.Sakit flu..Jawab Hyeon-i.
Pantas aku tidak melihatnya hari ini, pikir Ji Seung il. Hyeon-i mencoba menelpon So Young.
Ji Seung il bilang ahjumma sekarang mungkin sudah tidur atau dia sekarang dirumah sakit.
Benarkah??Tapi tadi pagi aku baru saja menelponnya,t api tidak begitu.

"Jadi dia sakit dan beristirahat dirumah?"Tanya Ji Seung il.Yups..jawab Hyeon-i.
Mereka pun menelpon So Young.
"Ahjumma!"
"Ah, Hyeon-i.."
"Apa kau masih sakit?'
"Aku sudah baikan sekarang.."
"Aku menelpon mu untuk menanyakan hal itu.karena ayah setuju untuk menelponmu, tapi ia tak berani melakukannya."
 

"Tunggu Hyeon-i maksud ku bukan ia tak mau mengangkat telpon, kau harus bertanya apa ia sehat sekarang, apa ia sudah minum obat."Ujar Ji Seung il
"Ah jumma apa kau sudah minum obat?"
"Ya aku sudah minum."
"Ia mengatakan sudah.."Ujar Hyeon-i pada ayahnya.
"Apa ia tidak pergi ke rumah sakit untuk memeriksakannya..?"Ujar Ji Seung il
"Rumah sakit?"Tanya Hyeon-i mengikuti ayahnya
"aku sudah minum obat dan merasa lebih baik jadi kupikir tidak pergi kerumah sakit."Jawab So young.
"Apa masih ada yang bagian yang sakit lagi?"Tanya ji Seung il
"Aduh ayah..kenapa bukan kau saja yang bertanya sendiri padanya."Ujar Hyeon-i marah sambil memberikan ponselnya pada Ji Seung il kemudian pergi.
Ji Seung il sempat kebingungan mau bicara apa..
"Lee So Jin, ini Ji Seung il.."
"Ya.."
 

"Ada apa president?"Ujar So Young karena Ji Seung il hanya diam kebingungan mau bicara apa.
"Masalah diToko kemarin, aku minta maaf karena tidak mengirim kembali sms padamu."
"Tidak, bukan begitu maksudku aku bisa mengerti.."
"Dan juga..Terima kasih atas perhatiannya tentang kesehatanku."Ujar So Young. Ji Seung il bingung mau ngomong ^^
"Dan besok aku akan kembali kerja.."
"Ok."
 

Saat selesai menelpon So Young, Ji Seung il senyum senyum sendiri...^^
setelah itu ia pergi kedapur melihat Hyeon-i sedang sibuk membuat jus untuk So Young. Ji Seung il khawatir pisau akan membuat Hyeon-i luka, makanya Ji Seung il yang melakukannya.
 


Pagi harinya So young sudah bekerja kembali, ia masuk ke ruangan Kang Yoon Seo mengantarkan desain miliknya. Kau sudah sehat sekarang?Tanya Kang Yoon Seo. So Young mengangguk. So Young memberikan rancangan desain jaket miliknya pada Kang Yoon Seo. Tapi seperti biasa Kang Yoon Seo mengacuhkannya .

So Young kembali ke meja kerja nya, ia menerima telpon dari Hyeon-i yang mengajaknya ingin bertemu, saat itu Kang Yoon seo mendengarnya. So Young kemudian pergi menemui Hyeon-i.
 

Hyeon-i rupanya membawakan minuman (pear tea : teh pir) bersama Ji Seung il.Hyeon-il membawakan minuman tersebut karena mengkhawatirkan kesehatan So Young. So Young mengucapkan terima kasih pada Hyeon-i seraya tersenyum. Ji Seung il pun ikut senyum.
"Terima kasih Hyeon-i karena sudah mengkhawatirkanku, setelah minum ini aku akan kembali sehat."Ujar So Young."Aku juga mengucapkan terima kasih pada jesica dan putri cantik ini."Ujar So Young sambil mencubit pipi Hyeon-i,Hyeon-i tersenyum.eTak jauh dari situ Kang Yoon Seo memperhatikan mereka.
 

Lihat bibi sini...Ujar Hyeon-i seraya melihatkan ponselnya, Ayah dan So Young pun melihat ponsel tersebut dengan bingung. Rupanya Hyeon-i memoto mereka bertiga. Semuanya pun tersenyum senang. Melihat kebahagiaan So Young, dari Jauh Kang Yoon Seo semakin iri dan benci.
"Tunggu saja Oppa, sebentar lagi Lee So Jin akan kalian ketahui siapa dia, bukan Tapi lee So Young, kalian akan tahu sebenarnya.."Pikir Kang Yoon Seo.
 

Sumber: Chasyagoresanhati.blogspot.com


Selanjutnya Sinopsis Babyfaced Beauty Episode 10
 


Episode 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 Tamat
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar