DRAMA KOREA (Tahun Film)

Selasa, 17 April 2012

Sinopsis 49 Days Episode 4



Min Ho masuk kamar Ji Hyun dan mulai mencari stempel itu. Tapi nihil. Tak ada. Ibu ternyata menyusul masuk ke kamar Ji Hyun, membuat Min Ho buru-buru mengambil boneka kangguru. Barang inilah yang akan ia bawa ke rumah sakit. Ibu menyuruh Min Ho juga membawa bunga mawar dari Han Kang. Itu bunga mawar favorit Ji Hyun.

Dan dimana Ji Kyung?




Bergelantungan di pinggir jendela. Lama kelamaan, tangannya tak kuat menahan beban tubuhnya, hingga akhirnya ia terjatuh sampai kakinya keseleo.


Dari muka Min Ho yang marah, Ji Kyung tahu kalau Min Ho belum mendapatkan stempel itu. Ia juga kecewa karena ia pun juga tak mendapatkannya.


Yang ia dapatkan adalah omelan dari Scheduler, karena ia melukai tubuh Yi Kyung. Ji Kyung langsung curhat pada Scheduler tentang stempelnya yang ia sendiri tak tahu ada dimana. Tapi Scheduler tak mau dengar karena ia datang hanya untuk memperingatkan agar Ji Kyung tak melukai tubuh Yi Kyung. Ia pun langsung menghilang.


Ji Kyung tak tahu harus pergi kemana untuk curhat. Ia lewat di toko roti Seo Woo. Untung sekali ia bertemu Seo Woo yang langsung menawarinya roti, karena teringat Ji Kyung adalah pegawai dari restoran Han Kang.


Tak hanya omelan dari Scheduler yang ia dapat, tapi juga dari Han Kang. Saat pulang ke restoran dengan kue di mulut, Han Kang menghardik Ji Kyung yang pergi begitu lama. Saking kagetnya, Ji Kyung tersedak. Namun karena itu, Han Kang urung memarahi Ji Kyung lebih lama.


Han Kang membawakan tas Ji Kyung yang ketinggalan, dan menanyakan mengapa ia membawa peluit. Dengan santai Ji Kyung mengatakan kalau peluit ini akan ditiup jika ada keadaan darurat.


Han Kang terkesima. Kata-kata itu mirip seperti yang Ji Hyun katakan padanya saat SMA dulu.

Han Kang mengeluarkan amplop uang sebagai uang pesangon. Tapi Ji Kyung tak mau dipecat. Jika ia tak bekerja di sini, ia sendirian lagi dan tak memiliki teman. Ia memohon untuk tetap bekerja di sini, walaupun Han Kang keberatan. Untung perutnya berbunyi. Jika tidak, Ji Kyung akan dipecat lagi oleh Han Kang.


Han Kang hanya bisa menyuruhnya untuk makan dahulu. Ji Kyung pun menangis mendengarnya. Han Kang bingung. Ia tak jadi memecat Ji Kyung, kenapa Ji Kyung menangis? Masih dengan air mata yang menetes, Ji Kyung mengatakan tangisnya adalah tangis haru.

In Jung pergi ke tempat butik gaun pengantin dan menanyakan kalau Ji Hyun meninggalkan stempel di butik tersebut. Pegawai toko itu tak menemukan stempel itu. Tapi ia ingat pada Ji Hyun, karena Ji Hyun membelikan gaun yang tercantik untuk In Jung.

In Jung pun keluar toko dengan merasa bersalah.

Teringat persahabatannya dengan Ji Hyun, In Jung menelepon Min Ho sambil menangis. Min Ho yang sedang berada di restoran, mencoba menenangkan In Jung. Rencana ini sudah mereka susun 2 tahun yang lalu, jadi tak boleh gagal.


Ji Kyung yang menguping pembicaraan Min Ho tak dapat menyembunyikan kecurigaannya karena ia bertemu dengan Min Ho juga 2 tahun yang lalu.


Min Ho melihat Ji Kyung dan tanpa basa-basi mengatakan kalau ia tak tertarik pada Ji  Kyung, jadi jangan buang-buang waktu untuk mendekatinya, berakting jinak-jinak merpati untuk mendapatkan perhatiannya.
Ji Kyung marah mendengarnya. Ia tak pernah berakting, tapi Min Ho lah yang berakting. Pura-pura baik tapi ternyata tidak tulus, dan malah menipu orang lain.


Kalung air matanya memerah, dan Scheduler pun muncul memperingatkannya lagi, kalau ia hampir saja melanggar aturan, yang akan membuka jatidirinya yang sebenarnya. Jika itu terjadi, kalungnya akan pecah dan ia akan langsung masuk ke dalam lift.

Untungnya Han Kang datang dan menanyai apa yang mereka lakukan di luar.



Hari mulai berganti, Yi Kyung pun bangun. Ia tak dapat menyembunyikan keheranannya melihat kakinya yang lebam dan rambutnya yang bersih. Ia pun kembali bertemu dengan penyelamatnya, dan mulai mengingatnya.

Tapi dengan ketus, Yi Kyung mengatakan ia tak memiliki urusan lagi dengannya. Ia tak mau mengingat kejadian masa lalu.


Di rumah sakit, Min Ho menemui In Jung yang memohon padanya untuk menghentikan semua ini. Rencana mereka dua tahun yang lalu tak seperti ini. Jika perusahaan ayah kolaps ketika Ji Hyun sedang koma, ia tak yakin ayah akan mampu menerima semua beban ini.

Min Ho meyakinkan In Jung kalau ini memang rencana mereka sejak dua tahun yang lalu.


Bukankah mereka sudah membuat Ji Hyun tersesat di gunung dan membuang handphonenya? Min Ho kemudian datang untuk menyelamatkannya? Bukankah In Jung juga sengaja tak datang saat Ji Hyun dan In Jung janjian untuk nonton bareng, dan Min Ho ‘tak sengaja’ berada di sisinya?

Besok adalah hari pernikahannya dengan Ji Hyun. Jika Ji Hyun tak kecelakaan, maka besok adalah hari terakhir pelaksanaan rencana mereka. Mereka berdua akan kabur dengan uang di tangan.


Tanpa mereka sadari, Ji Hyun melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan. Jika perselingkuhan calon suami dan sahabatnnya telah memukul perasaannya, pengkhianatan mereka berdua benar-benar menghancurkan hatinya.


Ji Hyun memandang In Jung yang sekarang sendirian menunggui raga Ji Hyun. Ji Hyun marah pada In Jung, walaupun saat itu In Jung meminta maaf pada raga Ji Hyun karena semua ini adalah kesalahannya. Tapi ia juga menyalahkan Ji Hyun, karena dirinya yang seperti sekarang, adalah karena Ji Hyun pula.

Ji Hyun mencoba memukul Ji Hyun, tapi karena ia hanya sebagai roh, pukulan itu sia-sia. Pandangannya malah tertuju pada boneka kangguru yang dibawa Min Ho dari kamarnya. Ia pun teringat kalau ia meletakkan stempel itu di kantong kangguru.


Ingatan ini membawanya pergi mencari Scheduler. Dengan raga Yi Kyung, Ji Kyung pergi mencari Scheduler yang sedang bermain-main di kolam renang.

Ji Kyung meminta saran Scheduler. Ia ingin mengambil stempel itu dari kantong kangguru, kemudian memberikan pada ayahnya sekaligus menceritakan rencana Min Ho dan Ji Kyung. Scheduler mengatakan jika Ji Kyung melakukan hal itu, lift langsung datang untuk membawanya pergi.


Ji Kyung mencoba menawar. Ia mau pergi, tapi bisakah ia mendapat perpanjangan waktu satu jam sebelum lift membawanya pergi?

Tapi Scheduler tak menjawab, karena ada tugas yang harus ia lakukan.

Kedatangan Scheduler ke kolam renang sebenarnya bukan untuk bermain-main, tapi untuk menjemput seorang wanita yang dijadwalkan meninggal karena terjatuh di kolam renang. Wanita yang kemudian meninggal itu menolak untuk masuk lift, dan ingin melarikan diri.


Sebelum wanita itu sempat melangkahkan kaki untuk lari, tiba-tiba ada dua sosok hitam yang menangkap wanita itu, kemudian melemparkannya ke dalam lift yang telah menunggunya.

Ji Kyung terperanjat melihat kenyataan yang ada di depannya. Scheduler berjanji akan menunggunya satu jam setelah Ji Kyung melanggar aturannya. Tapi Scheduler tak dapat berjanji kalau Ji Hyun dapat menemuinya setelah masuk ke lift. Lagi pula, kenapa juga mereka harus saling bertemu?

“Karena aku sudah mulai dekat denganmu.”
Aww.. Scheduler terkesima mendengar jawaban Ji Kyung yang ceria. Apakah Ji Kyung tak sedih setelah menemukan kenyataan pahit yang baru saja ia temukan? Ji Kyung menjawab kalau ia tak sedih, tapi marah.


Sementara itu semua keluarga dan sahabat Ji Hyun sudah ada di rumah sakit, karena hari ini sebenarnya adalah hari pernikahan Ji Hyun dan Min Ho. Kecuali In Jung. In Jung pergi ke rumah Ji Hyun terlebih dahulu untuk mencari stempel itu. Tapi seperti yang dialami Min Ho, hasilnya nihil.


Sampai ia melihat gantungan boneka di taksi yang ia tumpangi. Ia teringat pada kata-kata Ji Hyun yang mengatakan kalau peti harta karunnya sekarang adalah kantung boneka kangguru yang dibelikan oleh Min Ho.

Buru-buru ia pergi ke rumah sakit dan mencari boneka tersebut. Tapi boneka tersebut ternyata sudah dibawa pulang karena bulu boneka itu tak baik untuk kesehatan Ji Hyun.

In Jung pun buru-buru kembali ke rumah Ji Hyun lagi untuk mencari boneka tersebut.


Begitu pula Ji Kyung yang melihat Min Ho keluar dari rumah sakit dengan membawa boneka kangguru tersebut.

Siapa yang lebih cepat?

Tentu saja Ji Kyung. Hanya saja begitu di depan rumahnya sendiri, ia ragu-ragu. Dengan memantapkan hati ia memencet bel. Terdengar suara ibunya, “Siapa, ya?”

“Saya ..”



Selanjutnya Sinopsis 49 Days Episode 5


Episode 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 Tamat

Sinopsis 49 Days Episode 3

Terbelit oleh rasa bersalahnya pada Ji Hyun, In Jung tak mau makan ataupun beristirahat walaupun Min Ho membujuknya. Ia merasa kecelakaan Ji Hyun itu disebabkan oleh mereka, karena lokasi kecelakaan tersebut berdekatan dengan lokasi mereka bertemu.


Min Ho menenangkan In Jung walaupun tak berhasil. In Jung malah meminta Min Ho untuk membatalkan rencananya. Hal itu langsung ditolak oleh Min Ho, karena langkah mereka sudah sedemikan dekat. Dan sekarang karena kecelakaan Ji Hyun, rencana itu harus dibatalkan? Dengan atau tanpa In Jung, ia akan tetap menjalankan rencana tersebut

Rencana jahat apakah yang akan dilakukan oleh Min Ho? Masih belum kita ketahui. Hanya saja dari permintaan Min Ho untuk mencarikan cap segel Ji Hyun, rencana itu sepertinya berhubungan dengan aspek legal pekerjaan Min Ho dan ayah Ji Hyun.


In Jung tak percaya pada permintaan Min Ho. Dengan kondisi Ji Hyun yang koma, Min Ho malah memintanya untuk mencari cap segel milik Ji Hyun? Min Ho beralasan apa yang mereka lakukan tak akan mengubah kondisi Ji Hyun sekarang, jadi lebih baik mereka tetap meneruskan rencana tersebut.

Walaupun fisik Ji Hyun sekarang tak berubah, namun jiwa Ji Hyun berada di level paling bawah. Ia tak menyangka sahabat dan tunangannya mengkhianatinya. Ia terduduk lemas di depan pintu kamar Min Ho, membuat petugas hotel mula-mula mengkhawatirkannya kemudian mencurigainya.


Ji Kyung (roh Ji Hyun ditubuh Yi Kyung) buru-buru meninggalkan petugas, dan semakin mempercepat langkahnya saat mendengar suara Min Ho yang berbicara dengan petugas hotel itu. Ia menunggu lift dengan tak sabar dan ketakutan, karena Min Ho berjalan menghampiri lift tempatnya berdiri.

Untungnya ia berhasil masuk, tepat sesaat setelah ia masuk lift dan memunggungi pintu lift agar wajahnya tak terlihat.

Walaupun Min Ho tak berhasil melihat wajah gadis yang dimaksud, ia menemukan bola hiasan yang terlepas dari sepatu Ji Kyung dan ia pun menyimpannya.


Ji Kyung yang khawatir Min Ho mengikutiya, berlari menghambur keluar dari hotel. Seperti teringat sesuatu, ia menelepon Scheduler, memencet tombol darurat berkali-kali sampai ia tiba di depannya. Dan Ji Kyung langsung menghardik Scheduler, yang tak mengatakan kalau penyebab kecelakaannya karena Min Ho dan In Jung.

Sceduler sedikit terperangah dengan teriakan Ji Kyung, namun dia dengan santai menjawab,

“Karena itu adalah rahasia alam, maka aku tak memberitahukannya padamu.”
Ji Kyung tak terima dengan jawaban itu. Ia cemberut dan hampir menangis, membuat Scheduler salah tingkah. Secheduler akhirnya mengakui kalau ia tak memberitahukan pada Ji Kyung karena ia ingin melewati 5 tahun tugasnya tanpa cela.


Tapi Ji Kyung tetap mengejarnya, dan menanyai Scheduler seolah ia tahu segalanya : sejak kapan affair itu terjadi, dan jika Min Ho dan In Jung berselingkuh, kenapa Min Ho masih tetap ingin menikahinya?

Scheduler yang bukan Google, menjawab kalau ia tak tahu segalanya. Jika Ji Kyung ingin tahu, maka ketuk saja pintu kamar mereka dan tanyakan langsung pada mereka.

“Tapi katamu aku tak bisa memberitahu kalau aku adalah Shin Ji Hyun.”
“Betul, betul, betul. Tapi itu masalahmu , jadi pikirkanlah sendiri.”
Dan Scheduler pun melangkah pergi, namun tetap mengkhawatirkannya maka ia kembali lagi (seperti Genie) dan mengingatkan Ji Kyung kalau waktu yang ia miliki tinggal 46 hari, jadi ia harus buru-buru. 46 hari itu bukan waktu yang lama.


Dan ia pun menghilang lagi (seperti Genie).


Di restoran para staf bertaruh tentang keberadaan Ji Kyung yang belum kembali. Hal ini membuat marah Han Kang dan manajer karena mereka melakukan taruhan. Hampir saja mereka menghukum, kalau saja istri manajer datang. Ia memberitahu kalau ada gadis aneh yang duduk di depan restoran.

Menyadari siapa gadis aneh yang dimaksud, Han Kang keluar menemui Ji Kyung. Ji Kyung bangkit dan menyerahkan surat referensinya. Tapi Han Kang tak mau menerima karena Ji Kyung terlambat dari waktu satu jam yang ia berikan.


Ji Kyung beralasan kalau ia melihat temannya di hotel. Juga tunangannya. Di sebuah kamar. Ia melihat mereka bersama-sama. Jadi ia terlambat membawa surat referensi itu. Ia menyerahkan surat referensi itu, dan Han Kang menyadari kalau tangan Ji Kyung gemetar memegang surat itu. Ia akhirnya menyerah dan membolehkan Ji Kyung bekerja mulai besok.

Namun Ji Kyung yang fisiknya lelah dan mentalnya terguncang karena peristiwa tadi, malah pingsan dan membuat Han Kang menggendongnya ke dalam restoran.


Di ruang kerjanya, Han Kang memandangi Ji Kyung, dan berpikir : bagaimana mungkin kalau Ji Kyung yang sudah memiliki tunangan masih tetap tertarik pada Min Ho? Namun ia melihat ada bekas airmata di wajah Ji Kyung dan menyadari mungkin perkataan Ji Kyung benar adanya.


Han Kang menengahi pertengkaran para staf yang berdebat tentang kebenaran surat referensi yang dibawa Yi Kyung. Ia malah bertanya tentang sup yang dibawa istri manajer.

Bu Manajer bertanya balik, bukannya Han Kang tak suka dengan sup? Han Kang tak menjawab hanya meminta Bu Manajer untuk membawa sup itu ke atas. Tanpa menjawab untuk siapa sup itu diberikan, Han Kang meminta lagi agar juga dibawakan semangkuk nasi. Semangkuk besar nasi.

Dan ia pun meninggalkan suami istri yang bertanya-tanya tentang sikap aneh Han Kang.


Di atas Ji Kyung tersadar, dan menyadari kalau Han Kang ternyata juga bisa berlaku baik pada orang lain. Ia tak menyiramkan air dingin untuk membuatnya bangun (yang mungkin dilakukan pada Ji Hyun) dan bahkan tak memecatnya. Namun mood baiknya hilang saat ia ingat alasan ia pingsan sesaat yang lalu. Tunangan dan sahabat baiknya.

Ia pun turun dan lari dari restoran, meninggalkan Bu Manajer yang membawakan sup untuknya.

Pelayan wanita yang tak suka pada Ji Kyung membongkar tasnya, dan sebuah peluit jatuh dari tas itu. Peluit itu mengingatkannya pada Ji Hyun.


Ji Kyung ternyata pulang ke rumah dan bersiap-siap meninggalkan raganya. Ia membuka pintu sedikit agar ia bisa keluar. Dan setelah itu Ji Hyun pun lari meninggalkan rumah Yi Kyung.

Ji Hyun ternyata menunggui In Jung pulang dari kantor. Ia pun mengikuti In Jung ke bis, melakukan tanya jawab sendiri, memikirkan kemungkinan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua. Dan Ji Hyun menyimpulkan kalau mereka di hotel hanya karena urusan bisnis. Pasti itu, ya kan? Namun Ji Hyun juga teringat pemandangan yang ia lihat sebelum kecelakaannya terjadi.


Ia menyadari kalau In Jung pergi ke rumahnya. Namun ia tak cukup cepat untuk ikut masuk ke dalam.


Di dalam rumah, In Jung segera ingin mencari segel itu di kamar. Hanya saja Ibu Ji Hyun datang dan bertanya untuk apa ia datang ke kamar Ji Hyun. Dan ibu sedikit tersinggung saat ia mengatakan kalau ia ingin mengingat Ji Hyun di kamar ini karena bisa diartikan kalau In Jung menganggap Ji Hyun seolah-olah sudah mati. Ibu memintanya untuk keluar dari kamar dan menemui Ji Hyun di rumah sakit.

In Jung pun keluar dan melaporkan pada Min Ho kalau ia tak dapat menemukannya dan ia pun pergi dengan taksi, meninggalkan Ji Hyun yang kurang cepat mengikutinya masuk ke dalam taksi.


Di rumah sakit, ayah Ji Hyun menanyakan tentang masalah penyelesaian tanah milik Ji Hyun. Min Ho mengatakan kalau semua baik-baik saja, namun menyarankan agar ayah yang menangani masalah itu. Ayah malah meminta agar Min Ho yang menanganinya karena ia ingin selalu dekat dengan Ji Hyun.


Ji Hyun menunggu Min Ho di apartemennya. Walaupun ia tahu semua passwordnya, ia tak bisa membukanya. Ia juga bertanya pada Min Ho mengapa ia berselingkuh?


Dan jawabannya ada di dalam apartemen itu. In Jung ternyata sudah menunggu di dalam, sesuatu yang berarti mereka berdua sangat dekat sampai In Jung juga tahu password aparteman Min Ho (yang Ji Hyun pikir hanya ia yang tahu). Namun belum sempat ia marah akan kenyataan ini, ada kenyataan lain yang datang.


Mereka berdua sebenarnya merencanakan sesuatu dengan tanah miliknya. Yang mungkin sudah terjadi jika saja ia tak salah memberikan lipstick dan bukannya segel kepada Min Ho. Dan sekarang mereka mencari keberadaan segel itu.


Balon harapan Ji Hyun untuk hidup kembali mengempis saat menyadari kalau dua orang yang diharapkan meneteskan air mata untuknya kemungkinan besar tak akan menangis. Bahkan dua orang itu berselingkuh dan merencanakan sesuatu yang berbahaya untuk perusahaan ayahnya.


Di rumah ayah mendapati ibu sedang bersiap-siap untuk menemani Ji Hyun di rumah sakit. Ayah mengatakan kalau ibu belum siap untuk menemui Ji Hyun, karena kondisi Ji Hyun masih sama. Ibu tetap berkeras untuk menginap di rumah sakit. Ia tak mau hidup jika Ji Hyunnya mati.


Ayah hanya dapat menghela nafas sedih, meminta pengertian istrinya kalau ia pun juga tak sanggup ditinggal sendiri.

Ji Hyun pulang dan keluar dari badan Yi Kyung dengan patah semangat. Kali ini ia tak mengikuti Yi Kyung keluar rumah.


Di minimarket, Yi Kyung bertemu dengan pria yang menyelamatkannya. Ia tak ingin tahu tentang pria itu. Ia hanya ingin membayar pengganti biaya rumah sakit dan taksi yang dulu dihabiskan untuk membawanya ke rumah sakit.


Yi Kyung merasa sedikit heran akan rambutnya yang tak segimbal sebelumnya.


Tak seperti biasanya, Ji Hyun tak langsung memasuki tubuh Yi Kyung setelah Yi Kyung tertidur. Begitu pula saat malam hari. Ji Hyun tetap dirumah, terduduk lesu.


Scheduler akhirnya datang dan mengajak Ji Hyun untuk pergi memasuki lift besok jam 11. Karena perpanjangan waktu itu tak ada gunanya jika Ji Hyun tetap mendekam di dalam rumah.


Akhirnya Ji Hyun kembali ke restoran. Ia meminta maaf pada Han Kang karena absennya ia beberapa hari kemarin. Han Kang pun memaafkannya, bahkan menawarinya makan di restoran.


Han Kang secara tak sadar melunak pada Ji Kyung.  Ia mengijinkan Ji Kyung merubah shift kerja hingga fleksibel,  bahkan ia memberikan ijin pada Ji Kyung yang ingin pergi selama 3 jam.


Ji Kyung ingin menggunakan waktu 3 jam itu untuk pergi ke rumahnya dan mencari stempelnya. Di depan rumah, ia meloncati pagar dan membuka rumahnya. Ia langsung menuju kamarnya untuk segera mencari stempel tersebut.


Tapi sebelumnya ia ingin merasakan empuknya tempat tidur yang selama ini ditidurinya.


Ia tak dapat berlama-lama menikmati empuknya tempat tidur, karena Min Ho datang. Dengan berdalih menjenguk ibu, ia minta ijin untuk mengambil barang-barang kesukaan Ji Hyun. Mungkin jika Ji Hyun berada di tengah-tengah barang kesukaannya, ia akan terbangun dari koma.


Ji Hyun harus berpacu dengan waktu, karena Min Ho mulai menaiki tangga.  Ji Hyun tergesa-gesa membuka semua kotak di seluruh kamarnya, namun segel itu tak dapat ia temukan.


Sementara itu, Min Ho membuka pintu kamar Ji Hyun…




Episode 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 Tamat